Islam and Health

From an Islamic perspective health is viewed as one of the greatest blessings that God has bestowed on mankind. It should be noted that the greatest blessing after belief is health, as narrated in the following Hadith:

The final messenger of God, Prophet Muhammad (pbuh) mounted the pulpit, then wept and said, “Ask Allah (swt) for forgiveness and health, for after being granted certainty, one is given nothing better than health.”
Related in Tirmidhi

Health is indeed a favour that we take for granted. We should express gratitude to God for bestowing us with health, and we should try are up most to look after it. God has entrusted us with our bodies for a predestined period of time. He will hold us to account on how we looked after and utilised our bodies and good health.

islampic1

It has been narrated that Prophet Muhammad (pbuh) said:

“No one will be allowed to move from his position on the Day of Judgement until he has been asked how he spent his life, how he used his knowledge, how he earnt and spent his money and in what pursuits he used his health”
Related in Tirmidhi

The preservation of this blessing can only be achieved through taking good care of one’s health and taking every measure to maintain and enhance it. With this in mind every Muslim should make sure they undertake all necessary actions which are conducive to the preservation of good health. Healthy living is part and parcel of Islam, introduced with the inception of Islam more than 14 centuries ago. Furthermore, the Quran and the Sunnah outline the teachings that show every Muslim how to protect his health and live life in a state of purity. Numerous examples in Islam instruct its followers to live a healthy life, a selection are summarised below.

Daily prayer
Any health benefits derived from prayer or any other worship (fasting) are secondary in importance. The Salah or Islamic prayer comprises both physical movement and mental concentration. Performed five times a day at specific times of the day, the obligatory prayers provide a good means for the circulation of blood, breathing and general suppleness of joints. Though it is not physically over demanding, we know that anything done moderately and consistently is far better than sudden over-exertion at infrequent periods.

Ablution before Prayer & Ghusl
Before a Muslim performs their prayers, they must perform the ablution which comprises thorough washing of the hands, mouth, nose, face, arms (up to the elbow) and the feet (up to the ankle). This ritual of self-purification when carried out five-times a day, leaves the worshiper clean, refreshed and ready to face his creator. Muslims are also required to clean themselves with water after urinating or defecating. Another act of worship which also helps to maintain good health is taking a shower, or ghusl. This is compulsory when one is in the state of ritual impurity, and is compulsory at least once a week before attending the weekly Friday prayer.

  islampic2

Diet & Nutrition
Various verses and texts within Islam promote the eating of healthy wholesome food and eating in moderation. God clearly states in the Quran:

Eat of the good things which We have provided for you. (2:173) Eat of what is lawful and wholesome on the earth.(2:168)

A healthy nutritious diet must also be balanced, in order to maintain the balance that God has established in all things, this is addressed in the Quran when God says:

And He enforced the balance. That you exceed not the bounds; but observe the balance strictly; and fall not short thereof. (55:7–9)

As we know, eating excessively causes harm to our systems. Many aliments are related to uncontrolled eating habits such as, diabetes, vascular diseases, stroke, heart attack etc. It has been said that the ‘stomach is the home of ill health’ and is usually responsible in some way to ill health. Islam teaches us to eat moderately:

Eat and drink, but avoid excess. (20:81)

Over indulgence and wasting of food are further dissuaded in the Hadith of the of the Messenger of God:

‘ No human being has ever filled a container worse than his own stomach. The son of Adam needs no more than a few morsels of food to keep up his strength, doing so he should consider that a third of his stomach is for food, a third for drink and a third for breathing’
Ibn Maja

Fasting
Fasting during the month of Ramadan from dawn till dusk, is undertaken to seek the pleasure of God and to practise self control and restraint in all aspects of living, with the idea being to continue this state of God consciousness and piety after Ramadan is over. It is an ideal time to remove the impurities and shortcomings in ones life.

‘ O you who believe fasting is prescribed to you as it was prescribed to those before you so that you can learn
Taqwa (God consciousness)’

Fasting in Islam is not like crash dieting, it is adequate in calorie intake and involves no malnutrition. All foods are permissible to eat in moderation, once the fast is over. Many processed foods we eat contain chemicals which over-time can be stored by our bodies as toxins within cells. Fasting can assist our body to purge these toxins while also allowing our body and digestive system to rest. Research has indicated that fasting can lower blood sugar levels and cholesterol, suggesting it may be advisable for moderate, stable, non-insulin diabetes, obesity and essential hypertension.

Prohibition of Intoxicants
Islam strictly forbids indulgence in intoxicants such as alcohol and drugs for good reason. The limited pleasure of such vices causes immense long-term damage to both mind, body and the social fabric of society. Particular schools of thought include smoking within the list of prohibitions because of its harmful affects on the body. It seems that if Muslims adhere to the teachings of Islam, they would automatically lead a healthier lifestyle. God says in the Quran:

Satan’s plan is (but) to excite enmity and hatred between you with intoxicants and gambling and hinder you from the remembrance of Allah and from prayer, will ye not then abstain? (5:90)

http://www.muslimhealthnetwork.org/islamandhealth.shtml

Islam Tentang Kesehatan dan Kebersihan

Oleh: Dr. A. S. K. Ghauri – U. K.

Islam dan kesehatanArti kata Islam secara harfiah adalah ‘Kedamaian’ dimana hal ini menjadi tujuan utama bagi semua penganut Islam yang disebut sebagai umat Muslim. Islam adalah satu-satunya agama yang memberikan petunjuk yang lengkap dan jelas tentang cara bagaimana mencapai kedamaian dan keselerasan dalam kehidupan kita dan semua itu termaktub dalam kalimat-kalimat bahasa Arab yang tidak pernah berubah dan dikenal sebagai kitab Al-Quran.

Ajaibnya selama 1400 tahun terakhir ini semua penemuan-penemuan ilmiah telah menjadikan Al-Quran lebih mudah dipahami dan tidak ada kontradiksi di dalamnya. Gereja Kristen di masa Renaissance berkutat dengan konsep bahwa bumi ini sebenarnya kecil sekali dan merupakan bagian tidak berarti dari keseluruhan alam semesta, sedangkan Islam dan Al-Quran sudah menjelaskannya 1000 tahun sebelumnya. Tidak ada peristiwa dalam sejarah Islam dimana ilmu pengetahuan tidak lebih mencemerlangkan ajaran Al-Quran. Kita bisa melihat profesi kita sendiri dan mencari petunjuk dari Islam untuk mencapai kedamaian dan keselarasan dalam rutinitas kita setiap hari.

Dalam profesi saya sebagai seorang dokter, saya telah mempelajari bagaimana semua jaringan dan organ tubuh manusia bekerja dalam suatu harmoni terkendali dalam upaya mencapai keselesaan dan kedamaian. Bentuk kedamaian internal atau kesehatan ini juga yang menjadi sasaran mendasar dalam agama Islam. Bukan bentuk kedamaian sosial, ekonomi atau politis, tetapi kedamaian phisikal.

Sebagai seorang dokter, yang juga menyedihkan adalah saya juga harus menyaksikan adanya kesakitan, penderitaan dan kematian berulang kali. Penderitaan merupakan bagian yang harus ada untuk kehidupan di muka bumi. Tanpa adanya penderitaan maka tidak akan ada motivasi yang akan mendorong manusia menggapai perbaikan spiritual mau pun ilmiah yang pada akhirnya akan mendekatkan manusia kepada Tuhan. Hanya saja banyak sekali dari penderitaan yang saya saksikan di rumah-rumah sakit sepertinya ditimbulkan oleh diri pasien sendiri dan karena itu muncul pertanyaan: “Apakah ada tuntunan di dalam Al-Quran yang bisa memperbaiki kesehatan atau kedamaian phisikal kita dalam bentuk pemahaman ilmiah modern?”

Saya akan membahas filsafat dari beberapa ajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan daging babi, minuman alkohol, kebiasaan makan dan kebersihan. Pada akhirnya sains modern secara berangsur dan dengan berjalannya waktu untuk mengembangkan pemahaman, mengakui kebenaran pengaturan cara makan dan pembatasan yang diberikan Islam meski pun pada awalnya menganggap prinsip-prinsip itu sebagai tidak berdasar dan hanya sebagai mengekang saja.

Al-Quran menyatakan:

‘Diharamkan bagimu daging hewan yang mati dengan sendirinya dan darah dan daging babi dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama yang lain dari Allah . . . tetapi barangsiapa terpaksa memakan sesuatu yang haram karena kelaparan dan bukan sengaja cenderung kepada dosa, maka ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (S.5 al-Maidah:4)

Yang menarik ialah Injil juga menyatakan:

‘Demikian juga babi karena memang berkuku belah yaitu kukunya bersela panjang, tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.’ (Imamat 11:7-8)

Filsafat ajaran Islam mengemukakan gagasan bahwa makan suatu jenis makanan mempunyai dua pengaruh. Yang pertama mempengaruhi tubuh dan yang kedua mempengaruhi jiwa. Karena itu jika kita makan hewan yang kotor maka juga akan ada pengaruh buruknya pada jasmani dan ruhani kita.

Pengaruh jasmaniah dari memakan daging babi antara lain adalah kejangkitan ‘virus influenza babi’ yang menimbulkan penyakit seperti flu umumnya, kejangkitan parasit seperti cacing pita yang bisa bertahan di saluran pencernaan gastrointestinal manusia dan mengakibatkan malnutrisi dan anemi. Daging babi juga mengandung kadar lemak yang luar biasa tinggi yang akan membawa penyakit tekanan darah tinggi serta tersumbatnya saluran-saluran darah oleh tumpukan lemak yang akhirnya menimbulkan serangan dan stroke jantung.

Pengaruh daging babi atas jiwa menurut filsafat Islamiah adalah menurunkan atau merusak nilai-nilai moral seperti kesucian diri, rasa malu, harga diri, kejujuran dan integritas. Pada umumnya orang sama berpendapat bahwa ‘apa yang anda makan adalah cerminan diri anda’ dimana dikemukakan contoh perbedaan kepribadian dari orang-orang yang biasa memakan daging dengan mereka yang hanya makan sayuran (vegetarian). Pemakan daging biasa digambarkan sebagai orang yang agresif dan kompetitif, sedangkan vegetarian umumnya lebih lembut dan lemah. Banyak dari gejala kejiwaan seperti apathi, depresi, mudah tersinggung dan uring-uringan seringkali terkait dengan kelebihan atau kekurangan vitamin yang dimakan. Pada dasarnya kita baru mulai memahami bahwa apa yang diajarkan Islam sejak awal ialah apa yang kita makan besar pengaruhnya atas diri kita dan bukan hanya sebagai material pertumbuhan dari tubuh jasmani semata karena ruhani dan kepribadian kita pun terpengaruh.

Karena Islam merupakan agama yang lengkap maka tidak ada batasan yang bersifat mutlak, sebagaimana juga dinyatakan Al-Quran:

‘. . . tetapi barangsiapa terpaksa memakan sesuatu yang haram karena kelaparan . . . maka ketahuilah bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.’ (S.5 al-Maidah:4)

Dari sini bisa disimpulkan bahwa terkadang ada manfaat sesaat yang bisa diperoleh dari pelampauan batasan demi mencegah kelaparan dan kematian. Salah satu contohnya adalah penggunaan insulin babi guna pengobatan diabetes yang sudah menjadi cara pengobatan utama selama 20 tahun terakhir, walau sekarang secara berangsur telah digantikan oleh insulin manusia. Katup jantung babi masih dipakai untuk transplantasi jantung manusia ketika katup jantungnya telah melemah atau menyempit. Jadi kita lihat bahwa Islam tidaklah sekaku sebagaimana anggapan orang.

Kitab suci Al-Quran juga menyatakan bahwa ‘daging hewan yang mati dengan sendirinya’ tidak boleh dimakan. Pada intinya hal ini berarti bahwa kita dilarang memakan daging hewan yang mati karena penyakit atau sebab alamiah. Belum lama di negeri ini kita bisa melihat bagaimana karkas hewan yang dihancurkan, termasuk sumsum tulang belakangnya, yang dijadikan pakan ternak secara luas, ternyata telah menimbulkan penyakit sapi gila. Sayangnya penyakit ini bisa menular kepada manusia dengan akibat yang berat atau fatal, dimana semua itu hanya karena karkas hewan yang mati dan berpenyakitan telah dilumatkan dan dijadikan pakan hewan lainnya.

Selanjutnya tentang cara makan atau diet dimana Rasulullah saw bersabda ‘Jika seseorang makan berkecukupan saja tidak sampai kenyang maka dalam dirinya akan terisi nur.’ Beliau juga mengemukakan berbagai manfaat jasmaniah dari laku puasa. Sekarang ini kita sudah memahami sepenuhnya bahwa makan berlebihan sama sekali tidak sehat. Demikian jelasnya tidak sehat laku demikian sehingga saya tidak akan menyia-nyiakan waktu anda dengan mengurut berbagai penyakit akibat berlebihan makan seperti macam-macam jenis penyakit pembuluh darah sampai pada gangguan psikologi dan emosional yang terkait dengan berat badan.

Kebersihan dan Pencegahan Penyakit

Secara ringkas saya akan beralih kepada masalah kebersihan dan pencegahan penyakit. Islam mengharuskan kita untuk berwudhu yang sifatnya membersihkan tangan, kepala dan kaki kita sebelum shalat, lima kali sehari dengan air yang mengalir. Semua ini menjadi bukti nyata bahwa dengan cara ini bisa dihindari berbagai macam penyakit termasuk seperti penyakit gusi, infeksi kulit dan masalah kaki. Di masa lalu, banyak rumah sakit yang dikritik karena tidak menyediakan fasilitas membasuh tangan yang sederhana padahal cara ini dianggap bisa mengurangi infeksi rumah sakit lebih dari 60%. Dalam rumah-rumah sakit besar dan modern sekarang ini sepertinya kita baru menyadari bahwa membasuh tangan dengan air itu akan mengurangi penyebaran penyakit menular.

Saya juga akan menyinggung penyakit kejiwaan. Dalam agama Islam, peran dari nilai-nilai kekeluargaan dan pendidikan anak yang baik memperoleh penekanan secara khusus. Rasulullah saw bersabda bahwa ‘Bagi seorang ayah, tidak ada pemberian yang lebih berharga dari pendidikan bagus kepada anak-anaknya.’ Sekarang ini diakui betapa banyak masalah kesehatan kejiwaan dan kepribadian ganjil yang berawal pada masa kecil yang sulit, teraniaya atau terabaikan. Kekurangan di dalam pendidikan masa kanak-kanak mereka telah membekas pada relung-relung dari pikiran seorang anak yang kemudian menjadi dasar dari perilaku tidak normal di masa dewasanya. Semua itulah yang kemudian menjadi dasar dari psikoterapi modern, atau apa yang masih tersisa tentunya.

Berkaitan dengan alkohol, kitab suci Al-Quran menyatakan:

‘Mereka bertanya kepada engkau tentang arak dan judi. Katakanlah “Di dalam keduanya ada dosa dan kerugian besar dan juga beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa dan kerugiannya lebih besar dari manfaatnya. . .’ (S.2 Al-Baqarah:220)

Satu dari lima laki-laki yang masuk rumah-rumah sakit di Inggris mempunyai penyakit yang berkaitan dengan alkohol. Lima persen dari cedera kepala yang ada di ruang ‘Gawat Darurat’ berkaitan dengan alkohol. Alkohol menimbulkan masalah-masalah phisikal, sosial dan psikologikal. Saya pernah melihat pasien yang badannya bergetar hebat, halusinasi, berkeringat atau kejang-kejang akibat dari usaha menghentikan alkohol. Saya juga pernah melihat pasien lain dengan gejala depresi berat disamping juga mereka yang harus mengikuti program konsel keluarga untuk menjaga perkawinan mereka yang diakibatkan oleh aniaya phisikal di bawah pengaruh alkohol. Semua itu baru aspek psikologis dari penyakit yang terkait dengan alkohol.

Beralih ke masalah jasmaniah, saya melihat banyak pasien yang masuk ruang bedah dengan pendarahan lambung yang parah, muntah darah dari mulut dan buang air darah, karena penyakit yang sepenuhnya diakibatkan kerusakan oleh alkohol. Yang juga rusak karena alkohol adalah otak, hati dan pankreas.

Islam mengakui juga bahwa alkohol memang ada kegunaannya dan kita juga bisa melihat banyak obat-obatan homeopati atau pun allopati yang menggunakan alkohol sebagai pelarut, namun secara keseluruhan penggunaannya tidak dianjurkan. Islam mengedepankan kedamaian sosial, sedangkan dalam alkohol orang menemukan kelepasan semu yang bersifat sementara dari realitas dan tanggungjawab kehidupan. Kalau orang sampai tidak bisa bicara atau makan tanpa bantuan alkohol maka masyarakat bersangkutan akan runtuh. Angka kejahatan akan menjulang karena sekarang ini banyak dari laku kriminal yang terkait dengan alkohol. Sebuah pepatah Cina menyatakan ‘Mula-mula manusia mengambil minuman, lalu minuman akan mengambil minuman dan akhirnya minuman yang mengambil manusia.’

Rasulullah saw bersabda ‘Tidak ada penyakit yang tidak disediakan obatnya oleh Tuhan.’ Di masa kini kita menyadari bahwa banyak dari obat-obatan yang berasal dari tanaman seperti misalnya antibiotika penisilin yang berasal dari sejenis jamur bernama Penicillium yang tumbuh pada buah dan roti yang membusuk, serta stimulan hati digoxin yang berasal ekstraksi daun kering tanaman foxglove (digitalis purpurea).

Dalam usaha mencapai kedamaian jasmani dan kesehatan, Islam telah banyak memberikan petunjuk, sebagian sudah kita ketahui, sebagian sedang terungkap dan yang lainnya akan diketahui nanti. Semoga saya telah berhasil memberikan alasan-alasan mengenai pembatasan yang diberikan Islam sepanjang yang saya ketahui berkaitan dengan masalah kesehatan namun saya ingin menyudahinya dengan menekankan bahwa manusia sesungguhnya terbatas dalam segala hal, termasuk pengetahuannya dan tidak bisa memuaskan semua keinginannya dengan sarana materialistis yang tersedia, untuk mana perlu baginya menyubal atau menunjangnya dengan doa.

Islam – Kebersihan dan Kesehatan Jasmani dan Ruhani
Rabu Maret 22, 2006 – Oleh: Dr. A. S. K. Ghauri – U. K.
Penterjemah : A.Q.Khalid
– See more at: http://tamanjati.blogspot.com/2013/02/islam-tentang-kesehatan-dan-kebersihan.html#sthash.qi5JYA0c.dpuf

Senin, 04 Februari 2013 Posted by Jusman Labels: ARTIKEL ISLAM, Kesehatan – See more at: http://tamanjati.blogspot.com/2013/02/islam-tentang-kesehatan-dan-kebersihan.html#sthash.qi5JYA0c.dpuf

Mukizat Puasa Terhadap Kesehatan Manusia

  1. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme. Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, dalam puasa ramadhan terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
  2. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. Kemudian juga berbeda dengan starvasi, dalam puasa Islam penelitian menunjukkan asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah.
  3. Tidak berpengaruh pada sel darah manusia. Dalam penelitian, saat puasa tidak berpengaruh pada sel darah manusia & tidak terdapat perbedaan jumlah retikulosit, volume sel darah merah serta rata-rata konsentrasi hemoglobin (MCH, MCHC) dibandingkan dengan orang yang tidak berpuasa.
  4. Puasa pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh. Puasa ramadhan pada penderita diabetes tipe 2 tidak berpengaruh dan tidak terdapat perbedaan protein gula, protein glikosilat dan hemoglobin glikosilat. Namun pada penderita diabetes tipe tertentu sebaiknya harus berkonsultasi dengan dokter bila hendak berpuasa. Diantaranya adalah penderita diabetes dengan keton meningkat, sedang hamil, usia anak atau komplikasi lain seperti gagal ginjal dan jantung.
  5. Pengaruh pada Ibu hamil dan menyusui. Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.
  6. Pengaruh pada janin saat ibu hami berpuasa. Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadhan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio. Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein(HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadhan. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, AFI, dan rasio arteri umbilikalis S / D.
  7. Penurunan glukosa dan berat badan. Studi kohort dilakukan pada 81 mahasiswa Universitas Teheran of Medical Sciences saat berpuasa. Dilakukan evaluasi berat badan, indeks massa tubuh (BMI), glukosa, trigliserida (TG), kolesterol, lipoprotein densitas rendah (LDL), high density lipoprotein (HDL), dan Very Low density lipoprotein (VLDL), sebelum dan sesudah Ramadhan. Studi ini menunjukkan bahwa puasa Ramadhan menyebabkan penurunan glukosa dan berat badan. Meskipun ada penurunan yang signifikan dalam frekuensi makan, peningkatan yang signifikan dalam LDL dan penurunan HDL tercatat pada bulan Ramadhan. Tampaknya efek puasa Ramadhan pada tingkat lipid dalam darah mungkin berkaitan erat dengan pola makan gizi atau respon kelaparan biokimia.
  8. Pengaruh pada fungsi kelenjar gondok. Ketika berpuasa ternyata juga terbukti tidak berpengaruh pada fungsi kelenjar gondok manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kadar plasma tiroksin (TS),tiroksin bebas, tironin triyodium dan hormon perangsang gondok (TSH) pada penderita laki-laki yang berpuasa.
  9. Pengaruh pada hormon virgisteron. Sedangkan pada penelitian hormon wanita tidak terjadi gangguan pada hormon virgisteron saat melaksanakan puasa. Tetapi, 80% populasi penelitian menunjukkan penurunan hormon prolaktin. Penelitian ini menunjukkan harapan baru bagi penderita infertilitas atau kemandulan wanita yang disebabkan peningkatan hormon prolaktin. Sehingga saat puasa, wanita tetap berpeluang besar untuk tetap pada kondisi subur.
  10. Bermanfaat Bagi Jantung. Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa. Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian “chronobiological” menunjukkan saat puasa Ramadhan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.
  11. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel. Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. Jumlah sel yang mati dalam tubuh mencapai 125 juta perdetik, namun yang lahir dan meremaja lebih banyak lagi.
  12. Sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin. Penghentian konsumsi air selama puasa sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal serta meningkatkan kekuatan osmosis urin hingga mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air dalam puasa ternyata dapat meminimalkan volume air dalam darah. Kondisi ini berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah dan menambah prostaglandin yang pada akhirnya memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
  13. Dalam keadaan puasa ternyata dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. Pada penelitian terbaru menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar apo-betta, menaikkan kadar apo-alfa1 dibandingkan sebelum puasa. Kondisi tersebut dapat menjauhkan serangan penyakit jantung dan pembuluh darah.
  14. Penurunan berbagai hormon salah satu rahasia hidup jangka panjang. Penelitian endokrinologi menunjukkan bahwa pola makan saat puasa yang bersifat rotatif menjadi beban dalam asimilasi makanan di dalam tubuh. Keadaan ini mengakibatkan penurunan pengeluaran hormon sistem pencernaan dan insulin dalam jumlah besar. Penurunan berbagai hormon tersebut merupakan salah satu rahasia hidup jangka panjang.
  15. Bermanfaat dalam pembentukan sperma. Manfaat lain ditunjukan dalam penelitian pada kesuburan laki-laki. Dalam penelitian tersebut dilakukan penelitian pada hormon testoteron, prolaktin, lemotin, dan hormon stimulating folikel (FSH), Ternyata hasil akhir kesimpulan penelitian tersebut puasa bermanfaat dalam pembentukan sperma melalui perubahan hormon hipotalamus-pituatari testicular dan pengaruh kedua testis.
  16. Bermanfaat untuk penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Manfaat lain yang perlu penelitian lebih jauh adalah pengaruh puasa pada membaiknya penderita radang persendian (encok) atau rematoid arthritis. Parameter yang diteliti adalah fungsi sel penetral (netrofil) dan progresifitas klinis penderita. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa terdapat korelasi antara membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
  17. Memperbaiki hormon testoteron dan performa seksual. Dalam sebuah jurnal endokrin dan metabolisme dilaporkan penelitian puasa dikaitkan dengan hormon dan kemampuan seksual laki-laki. Penelitian tersebut mengamati kadar hormon kejantanan (testoteron), perangsang kantung (FSH) dan lemotin (LH). Terjadi perubahan kadar berbagai hormon tersebut dalam tiap minggu. Dalam tahap awal didapatkan penurunan hormon testoteron yang berakibat penurunan nafsu seksual tetapi tidak menganggu jaringan kesuburan. Namun hanya bersifat sementara karena beberapa hari setelah puasa hormon testoteron dan performa seksual meningkat pesat melebihi sebelumnya
  18. Memperbaiki kondisi mental secara bermakna. Seorang peneliti diMoskow melakukan penelitian pada seribu penderita kelainan mental termasuk skizofrenia. Ternyata dengan puasa sekitar 65% terdapat perbaikan kondisi mental yang bermakna. Berbagai penelitian lainnya menunjukkan ternyata puasa Ramadhan juga mengurangi risiko kompilkasi kegemukan, melindungi tubuh dari batu ginjal, meredam gejolak seksual kalangan muda dan penyakit lainnya yang masih banyak lagi.
  19. Peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Manfaat puasa bagi kehidupan psikososial memegang peranan penting dalam kesehatan manusia. Dalam bulan puasa terjadi peningkatan komunikasi psikososial baik dengan Allah dan sesama manusia. Hubungan psikologis berupa komunikasi dengan Allah akan meningkat pesat, karena puasa adalah bulan penuh berkah. Setiap doa dan ibadah akan berpahala berlipat kali dibandingkan biasanya. Bertambahnya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan puasa akan juga meningkatkan komunikasi sosial dengan sesama manusia baik keluarga, saudara dan tetangga akan lebih sering. Berbagai peningkatan ibadah secara langsung akan meningkatkan hubungan dengan Pencipta dan sesamanya ini akan membuat jiwa lebih aman, teduh, senang, gembira, puas serta bahagia.
  20. Menurunkan adrenalin. Keadaan psikologis yang tenang, teduh dan tidak dipenuhi rasa amarah saat puasa ternyata dapat menurunkan adrenalin. Saat marah terjadi peningkatan jumlah adrenalin sebesar 20-30 kali lipat. Adrenalin akan memperkecil kontraksi otot empedu, menyempitkan pembuluh darah perifer, meluaskan pembuluh darah koroner, meningkatkan tekanan darah arterial dan menambah volume darah ke jantung dan jumlah detak jantung. Adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya. SUMBER: http://www.akhbarislam.com/2013/07/mukjizat-puasa-terhadap-kesehatan_11.html

Seminar Internasional

Program Studi Ners akan menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Seminar Internasional AIPNEMA di Provinsi Gorontalo pada tahun 2015

Kuliah Kerja Dakwah

Pendaftaran KKD gelombang II telah dibuka mulai tanggal 05 November s/d 15 Desember 2014

Wisuda Angkatan II

Wisuda angkatan II Insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 25 November 2014